Sabtu, 17 Desember 2016


Sayup
Oleh: Fuji Astuti
Sendu itu merayu begitu jelas
Yah, engkau muncul seperti fatamorgana
Yang hanya memberikan harapan fana
Aku hanya perempuan di sudut kerinduan
Yang menunggu dalam kegelisahan

Sungguh, kelu akhirnya mematikan bibir tuk berucap
Biar sakit marasuk di dalam jiwa nan hampa
Hingga raga terkoyak dalam dusta
Ku lenggangkan kaki ke manapun pergi
Dengan mata mengayup tanpa arti
Sebenarnya siapa engkau
Yang menyeret kalbu dan memasungnya
Semua cerita ini akhirnya pecah
Menjadi puing-puing tak bermakna
Lalu, ku kubur  di dalam sanubari
Setiap hasta kehidupan tak lekang karena-Mu

Yang memberi asih berupa kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar