Sayup
Oleh: Fuji Astuti
Sendu
itu merayu begitu jelas
Yah,
engkau muncul seperti fatamorgana
Yang
hanya memberikan harapan fana
Aku
hanya perempuan di sudut kerinduan
Yang
menunggu dalam kegelisahan
Sungguh, kelu akhirnya mematikan bibir tuk berucap
Biar sakit marasuk di dalam jiwa nan hampa
Hingga raga terkoyak dalam dusta
Ku lenggangkan kaki ke manapun pergi
Dengan mata mengayup tanpa arti
Sebenarnya
siapa engkau
Yang
menyeret kalbu dan memasungnya
Semua
cerita ini akhirnya pecah
Menjadi
puing-puing tak bermakna
Lalu,
ku kubur di dalam sanubari
Setiap hasta kehidupan tak lekang karena-Mu
Yang memberi asih berupa kasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar